Sahabat Lingkungan: Transformasi Data Center Anda

Sepintas data center tidak memiliki dampak buruk bagi lingkungan. Pusat data ini biasanya hanya berupa ruangan berisi berbagai perangkat elektronik teknologi informasi. Tidak ada asap atau jenis polusi yang tampak seperti industri manufaktur.

Namun ternyata, data center juga punya dampak terhadap lingkungan yang cukup signifikan. Hal ini sangat bergantung pada bagaimana pengoperasian data center. Oleh sebab itu, gerakan dan anjuran transformasi data center menjadi yang lebih ramah lingkungan mulai banyak diserukan.

Hal-Hal Penyebab Data Center Tidak Ramah Lingkungan

Walau tak ada polusi yang terlihat, bukan berarti penggunaan daya listrik yang sangat besar untuk suplai keperluan perangkat data center tidak memberi dampak buruk pada lingkungan. Berikut adalah beberapa alasan mengapa mayoritas data center saat ini masih belum ramah lingkungan.

  1. Konsumsi energi yang tinggi untuk menjalankan server, sistem pendingin, dan berbagai infrastruktur lainnya masih banyak berasal dari bahan bahan fosil. Bahan bakar ini pun menyebabkan emisi gas rumah kaca yang berdampak negatif pada lingkungan.
  2. Data center harus selalu dingin sehingga membutuhkan lebih banyak energi untuk pendinginan. Sayangnya, penggunaan pendingin yang tidak efisien turut menyumbang pemanasan global.
  3. Masih dalam rangka menjaga suhu tetap dingin, tak jarang data center membutuhkan air dalam jumlah besar. Kondisi ini akan menjadi masalah jika berada di lokasi yang sulit memperoleh air.
  4. Penggantian perangkat elektronik yang sudah usang akan menjadi sumber limbah elektronik. Beberapa komponen pada perangkat keras ini memiliki kandungan berbahaya yang juga dapat mencemari tanah dan air.

Apa yang Dilakukan untuk Transformasi Data Center ke Arah Lebih Green?

Salah satu cara transformasi data center ke arah yang lebih ramah lingkungan adalah dengan memilih perangkat keras yang lebih efisien dalam hal penggunaan energi. Tak ketinggalan, sistem pendingin juga perlu mengadopsi teknologi yang mendukung, seperti penggunaan desain cold/hot aisle.

Di Indonesia sendiri khususnya yang memiliki sumber daya alam sangat besar, pengembangan dan penggunaan sumber energi terbarukan sangat memungkinkan, mulai dari penggunaan sinar matahari hingga geothermal.

Konsolidasi server adalah alternatif lain yang bisa dipertimbangkan untuk mengatasi isu ini. Untuk lebih optimal, penggunaan teknologi virtualisasi bisa diterapkan. Kolaborasi ini bahkan sudah diinisiasi oleh beberapa penyedia data center nasional dengan kolaborasi bersama mitra di dalam maupun luar negeri. Tentunya, ide kolaborasi untuk menjadikan data center lebih go green ini juga perlu diatur dalam regulasi yang jelas dan baik.

Mulai terapkan prinsip go green pada data center Anda. Hubungi kontraktor data center PT Berdikarisma untuk mewujudkan pusat penyimpanan data perusahaan Anda dengan aman dan bermutu tinggi.

Data Center Services