Peran Manajemen Kabel Data Center: Lebih dari Soal Kerapian

Pengaturan kabel pusat data yang baik sering kali luput dari perhatian. Padahal, manajemen kabel berperan penting untuk operasional sebuah bisnis dalam mengolah data. Manfaat yang didapat pun bukan hanya kabel rapi yang sedap dipandang, tetapi kegiatan pusat data akan lebih mumpuni dan minim stres.

Apa yang Dimaksud dengan Pengaturan Kabel Data Center?

Istilah ini dapat diartikan sebagai pengelolaan kabel listrik atau optik yang ada dalam lemari atau sebuah instalasi. 

Macam kabel jaringan yang lazim digunakan dalam pusat data adalah AC/DC, arde atau yang dikenal juga dengan grounding, tembaga, dan serat optik. Bagaimana cara menentukan jenis kabel yang harus dilengkapi? Pertama, Anda dapat melihat antarmuka yang ada pada alat yang dipakai di pusat data. Anda juga bisa menentukan kebutuhan pengaturan kabel data jaringan yang spesifik melalui kebutuhan bandwidth pada peralatan Data Center

Sistem Pengabelan Data Center

Dalam manajemen kabel pusat data, sistem pengabelan bisa masuk dalam kategori terstruktur atau tidak terstruktur. Lantas, apa yang membedakan keduanya?

  • Pengabelan terstruktur

Desain kabel masuk dalam kategori terstruktur jika standar baku mengikuti suatu desain, juga titik koneksi dan jalur ditetapkan sedemikian rupa. Pengabelan terstruktur menerapkan desain berdasarkan kebutuhan bandwidth sistem yang bersangkutan. Untuk menjamin kinerja pengabelan berjalan baik, pengguna harus melakukan pengujian terlebih dahulu. Setelah itu, kabel dapat diatur lebih lanjut, kemudian diberi label. 

Pada awalnya, sistem kabel terstruktur memakan waktu lebih lama dalam proses instalasi. Biaya yang dikeluarkan pun akan lebih besar. Akan retapi, Anda akan lihat manfaatnya dalam jangka waktu panjang. Biaya operasional akan jauh lebih rendah dan sistem akan lebih tahan lama ketimbang pengabelan dengan cara tidak terstruktur.

  • Pengabelan tidak terstruktur

Berbeda dengan pengabelan terstruktur, sistem ini tidak menerapkan acuan untuk standar-standar, titik koneksi, maupun jalur kabel. Pengabelan seperti ini dikenal juga dengan istilah sistem titik ke titik.

Kelemahan yang terdapat dalam sistem tidak terstruktur yaitu masalah pendinginan dan biaya energi yang lebih banyak. Hal ini diakibatkan oleh terbatasnya aliran udara dalam sistem. 

Cara pengabelan ini tidak menerapkan rancangan tertentu sehingga pertumbuhan sistem akan lebih sulit ditangani. Masalah ini disebabkan karena tidak adanya pedoman mengenai perubahan lokasi kabel ataupun keberadaan kabel yang baru. Pada awalnya, Anda mungkin merasa pengabelan tidak terstruktur lebih praktis, tidak memakan banyak waktu dan biaya. Akan tetapi, konsekuensinya akan datang di kemudian hari; biaya operasional yang lebih mahal dan sistem tidak akan berumur panjang.

Apa yang Bisa Dilakukan untuk Manajemen Kabel Pusat Data yang Baik?

Instalasi dan pengaturan kabel adalah dua hal yang esensial untuk membuat manajemen kabel pusat data yang baik. Dalam proses instalasi, hal-hal yang harus diperhatikan adalah:

  • Pengujian dan sertifikasi untuk menjamin kelayakan infrastruktur sehingga dapat menyokong bandwidth dan kebutuhan sistem Anda.
  • Dokumentasi untuk mencatat tipe kabel yang digunakan serta lokasi dan koneksi setiap kabel. Hal ini akan mempermudah pemecahan masalah dan pemeliharaan di waktu mendatang.
  • Pengukuran untuk memastikan panjang kabel sudah sesuai. Tindakan ini berguna untuk mencegah gangguan terhadap peralatan IT akibat kabel tersangkut atau putus.
  • Membuat rencana pertumbuhan untuk memastikan sistem Anda sesuai untuk masa mendatang. Rak dan alas kabel harus dirancang ergonomis agar bisa mengimbangi kemungkinan pertumbuhan tersebut.

Sementara itu, hal yang dapat dilakukan dalam pengaturan kabel adalah:

  • Untuk jalur kabel, pilih lokasi di sisi rak server sehingga memudahkan jika nanti ingin menambah atau menghapus server dari rak.
  • Satukan kabel agar dapat terhubung dengan perangkat keras dengan mudah di pusat data melalui lantai tinggi atau kabel yang melalui langit-langit.
  • Perhitungkan kemungkinan untuk menambah perangkat keras. Langkah ini dapat mencegah kerusakan akibat terbatasnya pergerakan udara karena kurang perencanaan.
  • Beri label dan kode warna pada kabel. Pemberian label akan memudahkan Anda menemukan letak kabel untuk keperluan perbaikan, instalasi alat baru, atau menyingkirkan kabel yang sudah tidak terpakai karena pengurangan alat. Sementara itu, pemberian kode warna bisa dilakukan dengan memilih skema warna yang sesuai dengan keperluan bisnis Anda.

Manajemen kabel pusat data yang tepat sangat bermanfaat, bukan? Jangan khawatir bila merasa pengerjaannya rumit. Cukup hubungi kontraktor data center di Indonesia yang tepercaya untuk menangani infrastruktur data center bisnis Anda.

Data Center Services