3 Pendekatan untuk Memastikan Infrastruktur IT Anda Siap untuk Telehealth yang Berkelanjutan

Bagaimana peranan infrastruktur IT dalam telehealth? Telehealth merupakan akses pelayanan kesehatan jarak jauh dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi. Telehealth menjadi lebih populer belakangan sejak terjadinya pandemi. 

Dengan banyaknya anjuran untuk tetap berada di rumah di hampir seluruh penjuru dunia, Health Care Organizations (HCOs) atau organisasi pelayanan kesehatan pun terpaksa ditutup untuk kunjungan non-darurat atau general checkup.

Hal inilah yang membuat telehealth menjadi semakin meroket. Organisasi kesehatan mulai dari yang skala besar hingga praktik dokter pribadi, mulai menyadari tingginya permintaan telehealth selama beberapa bulan belakangan.

Dibutuhkan Daya yang Memadai untuk Mendukung Telehealth

Dalam banyak kasus, kunjungan virtual lebih dipilih dibandingkan dengan konsultasi kesehatan secara langsung. Dengan bergesernya kecenderungan masyarakat ini, maka organisasi kesehatan pun mau tidak mau harus mampu memenuhi kebutuhan tersebut dengan menjadi lebih tanggap dan menyesuaikan diri. Karena itulah, infrastruktur IT harus siap dalam menyambut maraknya telehealth ini.

Untuk sebagian besar fasilitas, bandwidth atau kapasitas data atau pengguna yang bisa mengakses harus ditambah supaya pelayanan telehealth berjalan dengan lancar dan tanpa gangguan. Namun, dengan bertambahnya bandwidth, tentu daya yang diperlukan juga menjadi semakin besar.

Perlu diingat bahwa manajemen IT, pemantauan, dan banyak lainnya memerlukan daya yang kuat. Dengan daya yang memadai, sistem jaringan dan data pasien tidak perlu mengalami downtime atau waktu berhenti. 

Hilangnya daya atau kekuatan kecepatan akses internet di tengah-tengah sesi telehealth akan membuat baik pasien maupun petugas medis merasa tidak nyaman. Yang paling menakutkan tentu jika hal tersebut terjadi dalam situasi yang berpotensi mengancam nyawa.

Untuk menghindari hal tadi, diperlukan daya cadangan untuk perangkat medis yang vital, distribusi daya yang andal, sistem manajemen termal yang memadai, dan kemampuan monitoring serta akses jaringan dan kontrol jarak jauh yang memungkinkan respon secara real time

Di saat yang sama, memperkuat keamanan infrastruktur IT menjadi kunci penting dalam menjaga keamanan informasi layanan kesehatan selama sesi telehealth. Ada beberapa pendekatan yang dapat digunakan sebagai pedoman meningkatkan infrastruktur IT dalam layanan kesehatan di new normal ini.

3 Pendekatan untuk Memperkuat Infrastruktur IT Dalam Telehealth

  1. Membangun informasi pada infrastruktur telehealth Anda untuk meminimalkan gangguan selama perawatan pasien.

Apabila koneksi tiba-tiba terputus selama kunjungan telehealth, paling tidak pasien hanya akan kehilangan waktu tatap muka dengan penyedia layanan. Pasien mungkin akan kesulitan untuk melakukan jadwal ulang, sehingga segalanya menjadi kacau.

Yang paling parah, apabila koneksi hilang saat ahli bedah berkonsultasi secara virtual selama prosedur OR. Tidak peduli seberapa spesifik fasilitas Anda, sangat penting untuk menambahkan perlindungan daya cadangan untuk komputer dan perangkat jaringan lainnya.

Misalnya, menempatkan uninterruptible power supply (UPS) untuk desktop kecil pada PC yang digunakan khusus untuk telehealth di kantor dokter atau tempat kerja perawat. Beberapa pilihan terbaik untuk daya telehealth meliputi unit UPS desktop, offline, atau line-interaktif.

  1. Memodernisasi infrastruktur IT kesehatan yang telah ada dan ruangan network untuk mendukung peningkatan kebutuhan bandwidth dan volume daya yang tinggi.

Saat tempat kerja Anda telah didukung dan aman, waktunya untuk memikirkan tentang pusat data, ruangan jaringan, dan ruangan server yang menampung perangkat IT yang dibutuhkan fasilitas Anda setiap harinya. 

Pertama, Anda harus mempertimbangkan strategi perlindungan dan distribusi daya untuk mendukung telehealth. Kedua, manajemen termal untuk menangani panas yang ditimbulkan perangkat IT dan telekomunikasi. 

Selain itu, fungsi monitoring juga harus ada. Anda akan lebih tenang jika bisa memantau distribusi daya dan manajemen termal tadi melalui perangkat lunak pemantauan sekitar, sensor nirkabel, atau kombinasi PDU pintar. 

Manajemen IT tentu tidak kalah penting. IT dapat dengan cepat mengakses out-of-band (OOB) atau saluran transmisi independen yang beroperasi menembus OS dan mengatasi masalah yang membuat telehealth terkendala.

Selanjutnya adalah penyimpanan dan organisasi perangkat. Misalnya, dengan memilih rak yang mampu menopang kepadatan tinggi dan menambahkan lapisan keamanan.

  1. Memanfaatkan kekuatan edge computing untuk membawa infrastruktur kesehatan Anda ke level yang lebih baik.

Karena pelayanan kesehatan menjadi lebih digital, kemampuan memproses data juga menjadi lebih penting. Memproses data yang dekat dengan sumber akan meningkatkan keamanan dan efisiensi yang lebih baik. Hal ini juga membantu mengurangi biaya serta tekanan pada bandwidth.

Pusat data mini menjadi solusi yang mampu mendukung peningkatan lokasi perawatan kesehatan ritel maupun yang besar. Infrastruktur siap pakai juga akan mendukung pusat komando telehealth dalam memperkuat solusi layanan kesehatan digital baru ini.

Untuk solusi penyedia sistem layanan pusat data serta infrastruktur IT, PT. NPS Pemuda Berdikarisma tentu solusi yang tepat. Berpengalaman sejak 2016, kontraktor data center di Indonesia ini juga menjadi penyedia solusi dan service resmi Vertiv Liebert di Indonesia.

Data Center Services