Panduan Praktis Membangun Data Center yang Tangguh dan Andal

Data adalah aset penting yang dimiliki perusahaan. Karena itu, perusahaan perlu menyiapkan penyimpanan data khusus yang aman dan mudah diakses oleh pihak-pihak yang berkepentingan.

Dalam konteks era digital saat ini di mana mayoritas data berbentuk digital pula, membangun data center jadi sebuah kebutuhan. Ruang pusat penyimpanan data ini akan menjaga data dari berbagai risiko, baik kerusakan maupun kehilangan. Tentunya, dua hal ini dapat tercapai hanya jika data center dibangun dengan tepat.

Lantas, bagaimana kriteria dan panduan praktis membuat data center yang andal?

  1. Membuat Lapisan Arsitektur Data Center

Tiap data center terdiri dari tiga lapisan arsitektur, yakni lapisan bisnis, servis, dan IT. Apa saja yang termasuk di dalam tiap lapisan tersebut?

  • Lapisan bisnis : aplikasi enterprise resource planning dan lainnya
  • Lapisan servis : print service, mail service, dan lainnya
  • Lapisan IT : server, perangkat jaringan, sumber energi, dan lainnya
  1. Merencanakan Tier Data Center

Data center terbagi ke dalam empat tier yang merupakan spesifikasi dengan tingkatan teknologi dan sistem keamanan data center. Adapun empat tier yang dimaksud dalam konteks data center adalah sebagai berikut.

  • Tier 1 : Disebut juga dedicated infrastructure. Tier 1 hanya dilayani oleh satu jalur distribusi non-redundant dan memiliki tingkat uptime 99,671%.
  • Tier 2 : Disebut juga redundant site infrastructure. Tier 2 hampir sama dengan tingkat di bawahnya, tetapi diberi tambahan infrastruktur redundan sehingga tingkat uptime 99,741%.
  • Tier 3 : Disebut juga fully fault-tolerant. Tier 3 mempunyai sumber listrik lebih dari 1 dan multinetwork sehingga memiliki tingkat uptime 99,982%.
  • Tier 4 : Disebut juga fully fault tolerant site infrastructure. Tier 4 hampir sama dengan tier 3, tetapi dengan tingkat uptime lebih tinggi yakni 99,995%.
  1. Memilih Lokasi yang Aman

Tujuan utama data center adalah memastikan data tersimpan dengan aman termasuk dari risiko seperti bencana alam, kebakaran, dan sebagainya. Oleh sebab itu, Anda harus benar-benar melakukan riset soal keamanan lokasi.

Paling tidak, berikut beberapa kriteria memilih lokasi untuk data center:

  • Bebas banjir karena ada banyak elektron tidak tahan air di data center.
  • Minim gempa dengan menghindari kawasan dekat area patahan.
  • Jauh dari area yang berbahaya seperti kawasan dengan beberapa tempat yang dapat memicu ledakan atau kebakaran besar seperti SPBU.
  • Akses mudah dijangkau termasuk oleh petugas pemadam kebakaran.
  1. Menghitung Kebutuhan Daya Listrik

Data center membutuhkan konsumsi listrik selama 24 jam non-stop untuk memastikan seluruh perangkat bekerja dengan baik sehingga data dapat selalu diakses. Persiapkan kapasitas listrik yang memadai terutama untuk komponen-komponen besar.

Selengkapnya, berikut beberapa hal terkait kebutuhan listrik data center yang bisa Anda jadikan gambaran awal.

  • Sistem pendingin dengan suhu di bawah 25 derajat Celsius selama 24 jam, diperkirakan mengonsumsi listrik lebih dari 40%.
  • Server dengan kebutuhan listrik rerata antara 200 hingga 500 Watt.
  • Perangkat penyimpanan sesuai jenis dan merek perangkat, rerata berkisar di rentang 0,6 sampai 9 Watt.
  • Perangkat jaringan sesuai kebutuhan.

Membangun data center memerlukan biaya yang sangat besar dengan risiko yang tak kalah besar pula. Maka dari itu, pastikan Anda membuat rancangan yang matang dengan memerhatikan berbagai aspek agar pembangunan data center berjalan dan memberi hasil yang efektif.

Konsultasikan keperluan data center Anda dengan PT NPS Pemuda Berdikarisma untuk pusat penyimpanan data yang aman dan tangguh. Dengan tim terbaik dan ahli di bidangnya, kami siap membantu perusahaan Anda tumbuh lebih cepat lewat dukungan data center berkualitas.

Data Center Services