Panduan Lengkap Membeli UPS 

UPS menjadi solusi tepat dengan semakin banyaknya pemadaman listrik yang juga sering kali tidak bisa diduga kapan terjadinya. Matinya listrik secara tiba-tiba ini bisa memicu kerusakan pada perangkat elektronik dan sering kali menyebabkan hilangnya data yang belum sempat disimpan.

Karena itulah, UPS sebagai uninterruptible power supplies atau perangkat elektronik yang menyediakan listrik cadangan pada pusat data, komputer, dan perangkat penting lainnya, sangat dibutuhkan. Jadi, sistem yang Anda jalankan dapat tetap berfungsi, walaupun saat adanya gangguan listrik. 

Tentu ada beberapa aspek penting saat memilih UPS. Seperti misalnya berapa daya yang Anda butuhkan, berapa voltase dan outlet yang diperlukan, serta jenis UPS itu sendiri. PT. NPS Pemuda Berdikarisma, distributor UPS Vertiv di Indonesia, memberikan panduan lengkap memilih dan membeli UPS yang tepat.

Pengertian UPS

UPS merupakan suplai daya bebas gangguan yang ringkas dan aman yang terpasang pada peralatan elektronik. UPS memiliki baterai internal yang secara terus-menerus mengisi daya saat tidak digunakan, sehingga mereka akan siap saat terjadi pemadaman atau gangguan listrik. 

Selain itu, UPS mampu mendeteksi dan menggantikan anomali seperti penurunan tekanan atau lonjakan daya. Ketidaknormalan seperti ini tentu saja bisa merusak komputer yang terpasang atau alat elektronik lainnya.

UPS memiliki beberapa desain yang dirancang untuk melindungi perangkat seperti komputer dan peripheral, server, dan pusat data. Jenis baterai UPS yang Anda butuhkan tentu bergantung pada kebutuhan beban yang perlu dilindungi serta toleransi terhadap risiko downtime

Hal-hal Yang Perlu Dipertimbangkan Saat Membeli UPS

Beberapa pertanyaan ini penting saat Anda memilih UPS yang tepat, seperti perangkat apa yang perlu dilindungi, konsekuensi waktu henti, apakah tersedia generator sebagai sumber daya cadangan, harga UPS, dan banyak lagi.

  1. Kapasitas UPS dan kebutuhan beban yang harus dilindungi

Pastikan Anda tahu perlindungan cadangan baterai UPS dan daya yang dibutuhkan oleh perangkat yang harus dilindungi. Dengan begitu, Anda dapat menentukan kapasitas UPS yang diperlukan.

Anda bisa memulai dengan konsumsi daya server IT, komputer, dan workstation, serta peralatan jaringan. Perangkat lain yang harus didayai seperti sistem keamanan atau perangkat yang digunakan untuk transaksi atau pembayaran. Tentukan aplikasi mana dari setiap komponen pendukung, bagaimana apabila aplikasi tersebut hilang dan dampaknya bagi organisasi atau bisnis Anda.

  1. Runtime UPS yang diperlukan untuk aplikasi dan perangkat penting

Langkah kedua adalah menentukan runtime atau grafik beban UPS yang dibutuhkan untuk proses lanjutan apabila kendala listrik terjadi. Jika Anda memiliki generator untuk daya cadangan lebih lama, runtime yang diperlukan mungkin hanya beberapa menit untuk secara aman mulai dan beralih ke generator yang aman. 

Tujuan utama lainnya adalah agar Anda memiliki runtime yang cukup, yaitu sekitar lima hingga sepuluh menit, untuk mematikan server dan workstation dengan aman. Dengan begitu, risiko kehilangan atau kerusakan data dapat dihindari. 

Waktu runtime satu hingga dua jam untuk melewati masa pemadaman mungkin Anda butuhkan untuk beberapa aplikasi yang berkaitan dengan jaringan dan akses internet. 

  1. Jumlah Outlet yang Dibutuhkan

Untuk memastikan jumlah UPS mampu mendukung semua perangkat Anda, tambahkan jumlah perangkat yang harus didayai. Hal ini supaya UPS dapat memenuhi kebutuhan daya yang tiba-tiba dan menyisakan ruang untuk kemungkinan meningkatnya daya yang dibutuhkan.

Ada beberapa model UPS yang tidak memiliki cadangan baterai, hanya perlindungan saat terjadi lonjakan arus. Karenanya, selain mempertimbangkan harga UPS atau harga UPS komputer, pastikan Anda sudah memahami fitur yang ditawarkan.

  1. Pemasangan UPS

Hal lain untuk dipertimbangkan saat membeli UPS adalah persyaratan pemasangan UPS. UPS memiliki ukuran dan bentuk yang beragam. Misalnya, model tower yang digunakan untuk mendayai komputer, server atau router di lingkungan perkantoran. UPS model ini merupakan unit mandiri yang diletakkan di lantai, rak, atau meja.

UPS dengan rak gantung dirancang untuk rak IT standar berukuran 19 inci bersama perangkat IT lainnya. Model UPS yang dipasang di rak pun memiliki ukuran dan tinggi yang beragam. Untuk tingginya sendiri biasanya disesuaikan dengan jumlah slot vertikal yang ditempati di rak.

Itu tadi hal-hal penting yang perlu diperhatikan saat membeli UPS. Jangan sampai terkejut saat pemadaman terjadi karena UPS Anda tidak mampu memberikan daya yang dibutuhkan. Untuk UPS berkualitas dengan harga bersahabat, distributor UPS Vertiv di Indonesia, PT. NPS Pemuda Berdikarisma, tentu menjadi solusi tepat. 

Data Center Services