4 Tantangan Migrasi Data Center dan Solusinya

Ada beberapa alasan mengapa sebuah instansi akhirnya memutuskan untuk melakukan migrasi data center, seperti teknologi yang sudah usang, perubahan lokasi atau strategi bisnis, risiko bencana, dan banyak lainnya. Tentunya potensi tantangan migrasi data center juga harus disiapkan dan diantisipasi.

Lantas, apa saja yang biasanya menjadi tantangan migrasi data center dan bagaimana solusinya?

  1. Downtime dan Ketidaktersediaan Layanan

Downtime adalah suatu periode saat layanan tidak dapat diakses atau tidak beroperasi secara normal. Selang waktu ini pun berdampak signifikan pada perusahaan, seperti terganggunya produktivitas, hilangnya pendapatan, komplain ketidakpuasan pelanggan, dan masih banyak lainnya.

Untuk meminimalkan berbagai risiko ini, lakukanlah migrasi pada kurun waktu yang minim aktivitas. Selain itu, lakukan migrasi secara bertahap dengan bantuan teknologi mengurangi downtime seperti load balancing dan failover otomatis.

  1. Integrasi dan Kompatibilitas Sistem

Umumnya migrasi data center juga melibatkan penggunaan perangkat baru. Sayangnya, tidak ada jaminan bahwa perangkat baru tersebut sekalipun dengan kualitas terbaik dapat berintegrasi dan kompatibel dengan sistem maupun perangkat lama yang digunakan. Risikonya pun banyak, mulai dari downtime lebih lama, hilangnya data, hingga gangguan operasional maupun fungsional.

Solusi atas tantangan migrasi data center ini adalah dengan mengidentifikasi sejak awal dependensi dan interkoneksi dua sistem yang akan digabungkan. Lakukan uji coba integrasi menyeluruh sebelum migrasi dilakukan sepenuhnya.

  1. Kehilangan dan Ketidaksesuaian Data

Hati-hati dengan risiko yang satu ini. Proses migrasi data center juga memiliki potensi serius akan keamanan data, khususnya kehilangan dan ketidaksesuaian data Umumnya hal ini dapat terjadi karena adanya kesalahan manusia, kerusakan perangkat, proses instalasi, dan sebagainya. 

Kondisi lebih serius yang mungkin terjadi juga termasuk adanya pihak yang iseng untuk mengambil data perusahaan. Guna mengantisipasi berbagai risiko ini, lakukanlah enkripsi data selama proses transfer, memperbarui kebijakan keamanan, dan audit keamanan baik selama maupun setelah migrasi.

  1. Biaya

Penganggaran biaya pasti sudah disiapkan sebelum migrasi diselenggarakan. Namun, bukan tidak mungkin akan terjadi pembengkakan biaya, seperti:

  • adanya ketidaksesuaian perangkat yang membuat harus membeli baru
  • biaya konsultasi 
  • keterlambatan akibat downtime sehingga membayar ganti rugi pada pelanggan
  • adanya kesalahan implementasi
  • dan lain-lain

Langkah pertama sebelum migrasi dilakukan untuk meminimalkan kemungkinan pembengkakan biaya ini adalah membuat rincian detail teknis maupun nonteknis sehingga anggaran dapat disesuaikan dengan sudut pandang yang lebih luas. 

Pastikan bahwa perkiraan biaya tersebut realistis. Selain itu, anggarkan dana cadangan minimal sekitar 30% untuk berjaga-jaga jika terjadi pengeluaran biaya tidak terduga.

Tantangan  migrasi data center bukan hanya soal teknis, melainkan juga dapat merambat pada keseluruhan bisnis. Oleh sebab itu, pastikan perencanaan dilakukan dengan matang dengan berkonsultasi pada para ahli di PT NPS Pemuda Berdikarisma dan pihak-pihak yang terkait untuk menekan terjadinya beberapa risiko kritis ini.

Data Center Services